Breaking News

Mahasiswa Agribisnis Peternakan UNHAS Melakukan Praktikum Ekspor-Impor di Rumah Ekspor Mandiri dan Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulsel


Makassar.Redaksitanews.com., Mahasiswa Program Studi Agribisnis Peternakan, Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin, mengikuti praktikum Mata Kuliah Ekspor Impor Hasil Peternakan di Rumah Ekspor Mandiri (REM) dan Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Sulawesi Selatan. (19/11/2025)

Kegiatan ini berlangsung selama 17 hari dan bertujuan memberikan pengalaman langsung terkait proses perdagangan internasional, khususnya komoditas hasil peternakan.

Pada kunjungan ke Rumah Ekspor Mandiri, mahasiswa mendapatkan materi mengenai strategi ekspor, pencarian buyer internasional, penentuan HS Code, serta pendampingan legalitas usaha. Peserta juga diajak memahami tantangan dan peluang ekspor produk peternakan dari Sulawesi Selatan.

Trade Sales Manager Rumah Ekspor Mandiri, Dwi Retno N. Wahidiyah, mengatakan bahwa kegiatan ini penting untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai kesiapan produk sebelum masuk pasar global. “Mahasiswa perlu memahami bahwa ekspor bukan hanya soal produk, tetapi juga kesiapan legalitas, standar kualitas, dan strategi pemasaran internasional,” jelasnya.


Ia berharap mahasiswa dapat melihat besarnya potensi komoditas peternakan lokal untuk dikembangkan menjadi produk ekspor. “Kami berharap mereka kelak bisa mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama kuliah serta mampu menjadi pelaku ekspor baru dari Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Setelah pembekalan di REM, mahasiswa melanjutkan praktik lapangan di Balai Besar Karantina. Selama 12 hari, mereka mengamati proses pemeriksaan komoditas di Bandara Sultan Hasanuddin, Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, serta laboratorium karantina. Kegiatan meliputi pemeriksaan fisik, verifikasi dokumen seperti Health Certificate, PEB, dan PIB, pengamatan proses fumigasi dan penyegelan kontainer, hingga analisis laboratorium terhadap mikrobiologi dan residu produk hewan.

Kepala BBKHIT Sulawesi Selatan, Ir. Sitti Chadidjah, M.Si., mengatakan bahwa program ini sangat relevan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap mekanisme karantina modern.“Kami menyambut baik kunjungan mahasiswa ini. Pengawasan karantina adalah langkah penting untuk memastikan komoditas hewan, ikan dan tumbuhan yang masuk dan keluar Indonesia tetap aman dan bebas dari penyakit,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa edukasi karantina perlu terus diperluas karena perannya sangat vital dalam menjaga keamanan perdagangan hewan dan produk hewan.

Selama kegiatan, mahasiswa juga didampingi langsung di lapangan oleh Dokter Hewan Karantina Ahli Madya, drh. Muhlis Natsir, M.Kes. Ia memberikan pengarahan terkait praktik lapangan, standar pemeriksaan, hingga pemahaman biosekuriti di pintu pemasukan dan pengeluaran.

Pendapatnya sejalan dengan tulisannya berjudul “Karantina Indonesia: Pilar Ketahanan Nasional di Tengah Dinamika Perdagangan Global dan Ancaman Biosekuriti”:
“Karantina adalah pilar ketahanan nasional — ia menyeimbangkan perannya sebagai pelindung kesehatan hayati dan fasilitator perdagangan berbasis bukti ilmiah.”

Dosen pengampu mata kuliah, Mutmainnah, S.Pt., M.Sc., mengatakan praktikum ini merupakan bagian dari pembelajaran vokasi berbasis industri. “Mahasiswa perlu melihat langsung bagaimana proses ekspor-impor dijalankan oleh lembaga resmi agar siap bekerja di sektor agribisnis, logistik, maupun perdagangan global,” jelasnya.
Melalui praktikum ini, mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan teknis dan pemahaman menyeluruh mengenai alur ekspor-impor, sekaligus mampu membaca peluang bisnis komoditas peternakan pada pasar internasional..
Baca Juga
descriptivetext
© Copyright 2022 - REDAKSITA