Breaking News

Pakar Nilai Satu Tahun Suwardi Haseng–Selle KS Dalle: Fondasi Sistem Menguat, Komitmen Teruji


SOPPENG.Redaksita.com — Satu tahun pemerintahan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dan Wakil Bupati Selle KS Dalle mendapat penilaian reflektif dari kalangan akademisi. Sejumlah guru besar menilai arah kebijakan daerah menunjukkan konsistensi pada penguatan sistem, baik di sektor kesehatan maupun pendidikan, dengan indikator capaian yang terukur.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. drg. A. Arsunan Arsin, M.Kes., CWM., menyebut capaian Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Soppeng sebesar 98,33 persen sebagai prestasi signifikan. 

Menurutnya, tidak banyak daerah mampu menjaga kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional hampir menyentuh 100 persen dari total penduduk. “Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memastikan seluruh warga memiliki akses layanan kesehatan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti capaian keaktifan peserta yang pernah mencapai 80 persen pada Desember 2025. Dalam perspektif kesehatan masyarakat, kombinasi cakupan tinggi dan keaktifan yang kuat mencerminkan sistem perlindungan kesehatan yang matang. 

Adapun penyesuaian angka keaktifan di awal 2026, menurutnya, lebih dipengaruhi kebijakan pusat dan proses pemutakhiran data nasional. 

“Itu dinamika administratif yang lazim dalam sistem jaminan sosial berskala nasional, bukan indikator melemahnya komitmen daerah,” tegasnya.

Di sektor pendidikan, Guru Besar Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Hasnawi Haris, M.Hum., menilai penghargaan Dwija Praja Nugraha 2025 dari Persatuan Guru Republik Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng sebagai indikator kinerja, bukan sekadar simbol seremonial. 

Penghargaan tersebut diberikan melalui penilaian atas kebijakan nyata, dukungan anggaran, keberpihakan pada guru, serta konsistensi peningkatan mutu pendidikan.

“Ketika organisasi profesi guru tingkat nasional memberi apresiasi, itu menandakan tata kelola pendidikan daerah bergerak progresif dan terukur,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Rektor Universitas Lamappapoleonro, Dr. Hj. Andi Adawiah, SE., MM., yang menyampaikan dukungan dari Makkah Al-Mukarramah. 

Ia menilai satu tahun terakhir menunjukkan kemajuan signifikan, terutama karena pemerintah membuka ruang partisipasi luas bagi insan pendidikan. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menempatkan sektor pendidikan sebagai pemicu tertinggi pertumbuhan ekonomi Soppeng tahun 2025 dinilai menjadi bukti bahwa investasi pendidikan berdampak langsung pada ekonomi daerah.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Negeri Makassar lainnya, Prof. Rosmini Maru, S.Pd., M.Si., Ph.D., melihat transformasi digital sebagai fondasi penguatan pendidikan. 

Penurunan angka putus sekolah, bantuan seragam dan perlengkapan belajar, serta integrasi teknologi pembelajaran disebut sebagai kombinasi kebijakan yang sistematis. 

“Sinergi antara bantuan konkret dan digitalisasi membentuk sistem yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Refleksi para pakar tersebut menempatkan satu tahun kepemimpinan Suwardi Haseng–Selle KS Dalle dalam kerangka penguatan fondasi. 

Tantangan ke depan, sebagaimana disoroti para akademisi, terletak pada konsistensi menjaga kualitas tata kelola, adaptasi terhadap dinamika kebijakan nasional, serta memastikan keberlanjutan program agar capaian tidak berhenti pada angka dan penghargaan, tetapi bertransformasi menjadi sistem yang semakin kokoh.
Baca Juga
descriptivetext
© Copyright 2022 - REDAKSITA